Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2022

Bersandar Pada Amal

Apabila kita menyadarkan diri pada amal yang cacat maka akan lahir putus asa. Apabila kita menyadarkan diri pada amal yang sempurna maka akan lahir rasa sombong Karenanya, sandarkanlah diri pada Allah. maka yang muncul adalah khauf dan raja'. khauf menjadikan kita bersegera memperbaiki amal. raja' menjadikan kita senang dalam melaksanakan amal, tidak merasa terpaksa. mudah ikhlas dan rida. Wallahua'lam

Perlintasan Terakhir

  Kita tidak pernah tahu kapan dan di mana perlintasan terakhir akan kita temui.  Barangkali, saat ini kita telah menggapai sebagian kecil cita-cita dan keinginan kita. Namun, kita tidak pernah benar-benar tahu, apakah itu semua dapat menjadi bekal kita untuk bertemu dengan-Nya. Jangan-jangan, Tuhan tidak butuh itu semua. Tuhan hanya ingin kita kembali, kepada-Nya. Allahumaj'alna minat tawwabin, waj'alna minal mutathohhirin, waj'alna min 'ibadikash sholihin. Amiin. 

Nasihat Buya Arrazy Hasyim, "Jangan sampai kita dihapus namanya dari daftar peserta ujian".

 Ada nasehat menarik yang -suatu kali- saya dengar dari pengajian Buya Arrazy. Beliau berkata, "Bapak kalau sudah masuk di kelas nih, kemudian besoknya nama bapak dihapus dari daftar nama peserta ujian, bapak terima nggak? nah, begitulah kira-kira, kita ini jangan sampai dihapus dari daftar penerima ujian Allah." Tutur beliau suatu waktu. Saya ingin sekali menyantumkan sumber kalam beliau langsung dan menyertakan link pengajiannya. Semoga di waktu yang dekat Allah beri kesempatan itu, dan saya bisa memperbaiki tulisan ini. Apa yang penting dari kalam beliau itu? bagi saya sangat penting sekali. Saya akhirnya menyadari bahwa dilepaskan atau dihapuskan dari nama peserta ujian itu sangat tidak enak sekali. Kalau tidak mengikuti ujian kita tidak akan naik kelas. Dalam arti kita akan terhalang dari ilmu-ilmu yang hendak Allah ajarkan untuk mengenali-Nya. yang itu hanya disediakan bagi anak-anak kelas atas. Sebagaimana kita alami di sekolah-sekolah, tentu kita akan bosan dengan pel...

Mengenali Tingkatan-tingkatan Penulis

Pada kesempatan ini, saya ingin berbagi tentang siapa itu penulis jika dilihat dari tingkatan-tingkatannya. Ini adalah sebuah tulisan reflektif yang saya himpun dari beberapa pengetahuan yang saya miliki dan yang saya catat selama duduk di bangku sekolah dan perkuliahan. Jadi, siapapun boleh sepakat dengan apa yang saya tulis, pun juga boleh tidak sepakat dengan apa yang saya tulis. Berbicara tentang 'penulis', siapakah mereka kira-kira dalam benak Anda? apakah mereka adalah pekerja lepas? pekerja yang tidak berbayar? pengangguran yang sedang mencari kesibukan? lulusan perguruan tinggi tapi masih belum punya tempat kerja? atau apa? Nah, beberapa pertanyaan di atas barangkali ada benarnya. Dulu, penulis sendiri juga adalah seorang pengangguran. Jadi, untuk mengisi kekosongan dan supaya terlihat lebih prestisius dibanding teman-teman yang lain, penulis mencoba berperawakan seperti seorang yang 'kutu buku'. Tentu ini tidak baik untuk ditiru. hehe. Selebihnya, sebenarnya ke...

Ibadahnya Tanaman

  Setiap yang ditumbuhkan, akan mengikuti kemana sumber cahaya berada. Seolah ingin mengatakan bahwa segala yang maujud (diadakan) akan kembali pada (Pemilik) sumber cahaya. Dan, barangkali seperti itu cara mereka bertasbih. Bergerak (pasrah) mengikut arah cahaya. Wallahua'lam