Langsung ke konten utama

Nasihat Buya Arrazy Hasyim, "Jangan sampai kita dihapus namanya dari daftar peserta ujian".

 Ada nasehat menarik yang -suatu kali- saya dengar dari pengajian Buya Arrazy. Beliau berkata, "Bapak kalau sudah masuk di kelas nih, kemudian besoknya nama bapak dihapus dari daftar nama peserta ujian, bapak terima nggak? nah, begitulah kira-kira, kita ini jangan sampai dihapus dari daftar penerima ujian Allah." Tutur beliau suatu waktu. Saya ingin sekali menyantumkan sumber kalam beliau langsung dan menyertakan link pengajiannya. Semoga di waktu yang dekat Allah beri kesempatan itu, dan saya bisa memperbaiki tulisan ini.

Apa yang penting dari kalam beliau itu? bagi saya sangat penting sekali. Saya akhirnya menyadari bahwa dilepaskan atau dihapuskan dari nama peserta ujian itu sangat tidak enak sekali. Kalau tidak mengikuti ujian kita tidak akan naik kelas. Dalam arti kita akan terhalang dari ilmu-ilmu yang hendak Allah ajarkan untuk mengenali-Nya. yang itu hanya disediakan bagi anak-anak kelas atas. Sebagaimana kita alami di sekolah-sekolah, tentu kita akan bosan dengan pelajaran yang itu-itu saja. Setiap manusia -saya yakin- Alah beri rasa haus untuk mengenali-Nya. Sebab itu adalah di antara tanda cinta Allah kepada ciptaan-Nya.

Selain itu, saya juga menyadari bahwa yang terpenting lagi selain diikutkan dalam ujian adalah adanya bimbingan dan diingatkan oleh sang guru ketika muridnya salah dan tidak mampu menjawab soal-soal dalam ujian. Kalau murid dibiarkan salah, tidak dibimbing pasca adanya ujian, bahkan sebelum adanya ujian, tentu akan sangat menyakitkan bagi si murid. Ia akan dirudung kekalutan dan kesedihan. Begitu juga dalam ujian hidup, kalau dalam mempersiapkan menghadapi ujian, ketika menghadapi ujian, dan setelah menghadapi ujian kita tidak dibersamai oleh Allah SWT tentu itu menjadi suatu kesedihan dan kesusahan yang tidak akan bisa dihilangkan oleh apapun. Sebab bersamanya Allah dengan hamba-Nya adalah suatu nilai yang sangat berharga dan suatu kebahagiaan yang tidak akan pernah tergantikan oleh apapun. Tentu Yang Punya Sekolah tidak turun langsung, tapi melalui guru-guru terbaik-Nya. Maka dari itu Allah menurunkan Rasul-rasul-Nya untuk mengajarkan kitab, hikmah, dan menyucikan mereka (kita hamba-Nya).

Atau Allah sudah memberikan bimbingan, memberikan teguran agar masuk kelas, memberikan kasih sayang (bulghoh, ma'isyah, dan kekuatan fisik dan akal) agar kita bisa hadir di majlis ilmu, tapi kitanya yang enggan. Benarlah kata para ulama' bahwa satu taufiq (pertolongannya Allah) dalam mengamalkan ilmu itu lebih berharga dari ribuan ilmu yang hanya dipelajari dan disimpan.

Ya Allah, berikanlah kami pertolongan-Mu dan petunjuk-Mu dalam beristiqomah di jalan-Mu. Amiiin. Wallahua'lam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lima Hubungan Yang Harus Diperbaiki oleh Seorang Anak Laki-Laki

S etidaknya ada lima hubungan yang harus diperbaiki oleh seorang anak laki-laki sebelum ia berpikir tentang 'menata' masa depan dan kemapanan hidupnya. Pertama, yaitu hubungannya dengan Allah Swt.. Alangkah baiknya jika seorang anak laki-laki itu harus berpikir tentang sholatnya. Tentang bagaimana sholat berjama'ah lima waktunya sebelum dia berangan-angan dengan karir, masa depan, dan kemapanan hidupnya. Karena tidak ada kesuksesan yang abadi, yang langgeng kecuali kesuksesan itu berada di dalam kekuasaan  dan keridaan Allah. Kalau Allah tidak rida dengan kita, jangan berharap kesuksesan dan keberhasilan yang kita gapai akan berlangsung lama. Kedua, yaitu hubungannya dengan Nabi Muhammad Saw.. Alangkah bagusnya jika seorang anak laki-laki itu mulai banyak-banyak merenung dan bermuhasabah terkait bagaimana hubungannya dengan Nabi Muhammad Saw. selama ini? apakah telah banyak bersholawat kepada Nabi Muhammad Saw. ataukah masih sedikit? Apakah telah sangat mengenal pada ke...

Mengenal Sekilas Al-Biqa'i: Ulama Tafsir Rujukan Prof. Quraish Shihab

Dalam bahasa Arab, nama beliau ditulis dengan البقاعي. Nama lengkapnya adalah Abu Al-Hasan Ibrahim bin Umar bin Hasan Al-Rubat bin 'Ali bin Abi Bakr Al-Biqa'i. Seorang ulama Syafi'iyyah yang sangat masyhur di abad ke-9. Lahir pada tahun 809-885 H. Nama Al-Biqa'i dinisbahkan pada nama sebuah daerah yang terkenal di Syam (sekarang Suriah). Jika dirunut, beliau memiliki sanad yang sambung hingga Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (661-728 H) yang menganut fikih madzhab Hanbali. Ibnu Taimiyah sendiri, pemikirannya juga banyak dipengaruhi oleh Sulthonul Ulama' 'Izzuddin bin 'Abdissalam (557-660 H). Al-Biqa'i tidak sekadar dikenal sebagai Mufassir, tapi juga muarrikh (ahli sejarah) dan adib (sastrawan, penulis, pengarang). Di antara karyanya dalam bidang sejarah yakni:  مختصر في السيرة النبوية والثلاثة الخلفاء. Sedangkan dalam bidang sastra, literasi, dan gramatika yaitu: ما لا يستغني عنه الانسان من ملح اللبيان النكت الوفية بما في شرح الألفية Namun di antara seki...

Rindu Ibu dan Masa Kecil

Dari sudut ruangan kantor administrasi FISIP Brawijaya, saya duduk di dalam sebuah ruang baca yang lebarnya sekitar 7 x 3 meter. Ketika terik matahari kian panas, sayup-sayup suara kumandang adzan mulai terdengar meski terpotong-potong karena harus berebut ruang dengan suara para mahasiswa dari dalam gedung. Ya Rabb.. saya jadi rindu rumah. Rindu kampung halaman. Rindu masa kecil. Dan rindu Ibu. Saya rindu dengan masa kecil yang dapar bermain tanpa mengenal lelah. Rindu dengan fisik yang terus aktif giat bereksperimen ke sana ke mari. Rindu dengan jiwa yang selalu gembira. Semoga Ibu sehat" di rumah. Begitu pula kakak dan adik. Aamiiin.