Adalah Syaikh ‘Abdurrazaq al-‘Abbad al-Badr, putra dari seorang ulama ahli hadits di Madinah, al-‘Allâmah ‘Abdul Muhsin al-‘Abbâd al-Badr (semoga Allah senantiasa merahmati beliau berdua) yang telah menulis sebuah kitab berjudul “Min washoya al-salafi li al-syabab”, sebuah kutaiyib (buku saku kecil) yang berisikan nasehat-nasehat bagi para pemuda. Kutaiyib tersebut kemudian diterjemahkan oleh Abu Salma Muhammad Rachdie, S.Si dengan judul “15 Wasiat Salaf Kepada Para Pemuda”. Kutaiyib (buku saku kecil) ini adalah buku yang sangat mengesankan sekalipun tipis dan tidak banyak halamannya. Sekalipun sang muallif hanya menuliskan 15 wasiat, namun kesemuanya dikemas dengan penuh perhatian dan kesan yang mendalam sehingga pembaca akan tenggelam dalam bacaannya. Para pembaca -utamanya para pemuda- diajak untuk berdialog lalu merenungkan sejenak untuk apa saja usia muda mereka selama ini. Terlebih -kutaiyib- ini mengajak para pemuda untuk lebih merenungkan bagaimana kemanfaatan usia mudanya ke d...