Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2025

Peran Pengutipan dalam Sebuah Karya-Karya Besar

Salah satu rahasia penting di balik lahirnya karya-karya tulis monumental adalah terdapatnya ‘kutipan’ di dalam karya tulis tersebut. Tentu, ‘kutipan’ di sini bukan sekadar mengutip sembarang ucapan dan kata-kata. Melainkan mengutip ucapan dan kata-kata yang memang dapat menggugah pikiran. Kata-kata yang bisa membuka cakrawala pengetahuan kita. Kata-kata tertentu (pilihan) yang memang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan kita. Model penulisan ilmiah ini (dengan mengutip), jika kita amati betul, maka kita akan melihat bahwa banyak di antara karya-karya orang besar, itu berasal dari kutipan-kutipan (pilihan). Salah satu contoh adalah buku-buku karya KH. Marzuqi Mustamar. Di antara sekian buku dan kitab yang beliau tulis, ada satu buku yang hingga saat ini terus dikaji isinya, dibuat ‘ngaji’ di berbagai masjid, pesantren dan majlis-majlis ilmu yang tak lain adalah sebuah kitab berjudul “Al-Muqtathofat li Ahlil Bidayat”. Jika diartikan ke bahasa Indonesia, buku ini berjudul “Kutipan-Kut...

Tirakat dalam Menulis: Meneladani Ghiroh dan Keistiqomahan Berliterasi dari Gus Awis

Gus Awis, sapaan akrab dari KH. Afifuddin Dimyathi, Jombang. Beliau merupakan salah satu ulama muda Indonesia yang menjadi inspirasi bagi saya untuk (belajar) istiqomah menulis, mencatat, membaca, dan syukur² kelak bisa menulis karya ilmiah seperti beliau dalam bahasa Arab, atau paling tidak yang berhubungan dengan bahasa Arab. Salah satu buku beliau, yang cukup menggugah rasa kagum saya adalah sebuah kitab berjudul "Jam'ul Abir fi Kutubit Tafsir". Sebuah kitab yang berisi tentang ulama² Tafsir dari Nusantara dan Asia Tenggara. Kitab ini, telah dicetak oleh penerbit Darun Nibros, Mesir dan menjadi salah satu referensi para mahasiswa di sana. Tidak hanya bagi mahasiswa, Gus Awis juga berharap dengan adanya kitab ini, para ulama Timur Tengah dapat mengenal para ahli Tafsir dari Asia Tenggara seperti Syekh Abdur Rauf as Sinkili, Kiai Shalih Darat, Mbah Kiai Bisri Musthofa, Mbah Kiai Misbah Musthofa, Syekh Muhammad Said bin Umar al Malaysia, KH Ahmad Sanusi, Syekh Ahmad Shonh...