Dari sudut ruangan kantor administrasi FISIP Brawijaya, saya duduk di dalam sebuah ruang baca yang lebarnya sekitar 7 x 3 meter. Ketika terik matahari kian panas, sayup-sayup suara kumandang adzan mulai terdengar meski terpotong-potong karena harus berebut ruang dengan suara para mahasiswa dari dalam gedung.
Ya Rabb.. saya jadi rindu rumah. Rindu kampung halaman. Rindu masa kecil. Dan rindu Ibu.
Saya rindu dengan masa kecil yang dapar bermain tanpa mengenal lelah. Rindu dengan fisik yang terus aktif giat bereksperimen ke sana ke mari. Rindu dengan jiwa yang selalu gembira.
Semoga Ibu sehat" di rumah. Begitu pula kakak dan adik. Aamiiin.
Dalam bahasa Arab, nama beliau ditulis dengan البقاعي. Nama lengkapnya adalah Abu Al-Hasan Ibrahim bin Umar bin Hasan Al-Rubat bin 'Ali bin Abi Bakr Al-Biqa'i. Seorang ulama Syafi'iyyah yang sangat masyhur di abad ke-9. Lahir pada tahun 809-885 H. Nama Al-Biqa'i dinisbahkan pada nama sebuah daerah yang terkenal di Syam (sekarang Suriah). Jika dirunut, beliau memiliki sanad yang sambung hingga Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (661-728 H) yang menganut fikih madzhab Hanbali. Ibnu Taimiyah sendiri, pemikirannya juga banyak dipengaruhi oleh Sulthonul Ulama' 'Izzuddin bin 'Abdissalam (557-660 H). Al-Biqa'i tidak sekadar dikenal sebagai Mufassir, tapi juga muarrikh (ahli sejarah) dan adib (sastrawan, penulis, pengarang). Di antara karyanya dalam bidang sejarah yakni: مختصر في السيرة النبوية والثلاثة الخلفاء. Sedangkan dalam bidang sastra, literasi, dan gramatika yaitu: ما لا يستغني عنه الانسان من ملح اللبيان النكت الوفية بما في شرح الألفية Namun di antara seki...
Komentar
Posting Komentar