Langsung ke konten utama

Lima Hubungan Yang Harus Diperbaiki oleh Seorang Anak Laki-Laki

Setidaknya ada lima hubungan yang harus diperbaiki oleh seorang anak laki-laki sebelum ia berpikir tentang 'menata' masa depan dan kemapanan hidupnya.

Pertama, yaitu hubungannya dengan Allah Swt.. Alangkah baiknya jika seorang anak laki-laki itu harus berpikir tentang sholatnya. Tentang bagaimana sholat berjama'ah lima waktunya sebelum dia berangan-angan dengan karir, masa depan, dan kemapanan hidupnya. Karena tidak ada kesuksesan yang abadi, yang langgeng kecuali kesuksesan itu berada di dalam kekuasaan  dan keridaan Allah. Kalau Allah tidak rida dengan kita, jangan berharap kesuksesan dan keberhasilan yang kita gapai akan berlangsung lama.

Kedua, yaitu hubungannya dengan Nabi Muhammad Saw.. Alangkah bagusnya jika seorang anak laki-laki itu mulai banyak-banyak merenung dan bermuhasabah terkait bagaimana hubungannya dengan Nabi Muhammad Saw. selama ini? apakah telah banyak bersholawat kepada Nabi Muhammad Saw. ataukah masih sedikit? Apakah telah sangat mengenal pada kepribadian Nabi Muhammad Saw. atau masih sedikit? Jika belum, bagaimana ia bisa menjadi pemimpin yang baik jika ia tidak pernah atau bahkan belum mengenal sebaik-baik pemimpin di dunia yaitu Nabi Muhammad Saw.? Seberapa sering ia mendengar tentang Nabi Muhammad Saw.? Seberapa sering ia bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan Nabi Muhammad Saw.? seperti kebiasaan Nabi Muhammad Saw.., akhlak Nabi Muhammad Saw.?

Ketiga, yaitu hubungannya dengan al-Qur'an. Alangkah bagusnya jika seorang anak laki-laki itu, punya kedekatan dengan al-Qur'an. Sebab al-Qur'an selain sebagai penolong kita kelak di Yaumil Qiyamah, juga merupakan sumber segala ilmu dan kebijaksanaan. Sumber hidayah dan wasilah terbesar untuk mendapatkan pertolongannya Allah Swt. Dengan memiliki kedekatan dengan al-Qur'an, memiliki pengetahuan yang mendalam terhadap al-Qur'an, diharapkan seorang anak laki-laki itu hidupnya lebih terarah, lebih bijak, dan berpengetahuan.

Keempat, yaitu hubungannya sesama manusia. Alangkah bagusnya jika seorang anak laki-laki itu, memiliki hubungan yang baik dengan kedua orang tuanya, dengan guru-guru yang telah mengajarinya, dengan keluarganya, dengan kerabatnya, dengan istri dan anak-anaknya (jika mereka kelak sudah berkeluarga). Dan di antara mereka semua itu, hendaknya yang paling awal diperbaiki adalah hubungan dengan guru-gurunya dan kedua orang tuanya (termasuk orang tua istri apabila kelak sudah berkeluarga). Setelah itu dilanjutkan dengan urutan selanjutnya yaitu keluarga, saudara, kerabat. Kemudian juga kepada teman-temannya, sahabat-sahabatnya, dan musuh-musuhnya (orang yang tidak senang kepadanya).

Kelima, yaitu hubungannya dengan alam semesta sesama ciptaan Allah Swt. alangkah bagusnya jika seorang anak laki-laki itu punya hubungan yang baik dengan alam semesta. Punya kecintaan terhadap lingkungan, menjaga lingkungan agar tidak tercemar dan terjaga kebersihannya. Mencintai pepohonan, tanaman, hijau-hijauan dan sejenisnya karena merekalah yang menjadikan bumi ini teduh dan sejuk dipandang. Mencintai bumi dan merawatnya. Tidak sembarangan membuang sampah dan berusaha mencari ide agar sampah itu bisa didaur ulang dengan baik, dimanfaatkan dengan baik. Sekalipun misalnya hal ini (yaitu menjaga lingkungan dari penumpukan sampah yang besar) sulit dilakukan karena membutuhkan tenaga yang ekstra, maka setidaknya kita dapat mendukung orang-orang yang sudah beraksi nyata dalam menjaga lingkungan dengan usaha semampu kita. Menunjukkan support (dukungan) dapat menjadi energi tambahan bagi mereka sekaligus afirmasi bahwa apa yang mereka lakukan telah benar dan didukung oleh banyak orang.

Lima hubungan ini, apabila diperbaiki oleh seorang anak laki-laki sebelum ia melangkah jauh untuk meniti dan membesarkan karir dan kemapanan hidupnya, insyaallah karir dan kemampanan hidupnya akan datang dengan sendirinya. Tertata dengan sendirinya tanpa ia harus bersusah payah terlalu mengeluarkan tenaga untuk itu semua. Maksudnya adalah bukan berarti kemudian tidak memikirkan atau mengeluarkan tenaga sama sekali untuk meniti hal tersebut, melainkan apabila kita menyisihkan waktu khusus, memprioritaskan waktu khusus untuk memperbaiki hubungan kita dengan lima hal tersebut, maka keberkahan di dalam usaha insyaallah akan lebih kita rasakan.

Wallahua'lam bis-Showab 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Sekilas Al-Biqa'i: Ulama Tafsir Rujukan Prof. Quraish Shihab

Dalam bahasa Arab, nama beliau ditulis dengan البقاعي. Nama lengkapnya adalah Abu Al-Hasan Ibrahim bin Umar bin Hasan Al-Rubat bin 'Ali bin Abi Bakr Al-Biqa'i. Seorang ulama Syafi'iyyah yang sangat masyhur di abad ke-9. Lahir pada tahun 809-885 H. Nama Al-Biqa'i dinisbahkan pada nama sebuah daerah yang terkenal di Syam (sekarang Suriah). Jika dirunut, beliau memiliki sanad yang sambung hingga Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (661-728 H) yang menganut fikih madzhab Hanbali. Ibnu Taimiyah sendiri, pemikirannya juga banyak dipengaruhi oleh Sulthonul Ulama' 'Izzuddin bin 'Abdissalam (557-660 H). Al-Biqa'i tidak sekadar dikenal sebagai Mufassir, tapi juga muarrikh (ahli sejarah) dan adib (sastrawan, penulis, pengarang). Di antara karyanya dalam bidang sejarah yakni:  مختصر في السيرة النبوية والثلاثة الخلفاء. Sedangkan dalam bidang sastra, literasi, dan gramatika yaitu: ما لا يستغني عنه الانسان من ملح اللبيان النكت الوفية بما في شرح الألفية Namun di antara seki...

Rindu Ibu dan Masa Kecil

Dari sudut ruangan kantor administrasi FISIP Brawijaya, saya duduk di dalam sebuah ruang baca yang lebarnya sekitar 7 x 3 meter. Ketika terik matahari kian panas, sayup-sayup suara kumandang adzan mulai terdengar meski terpotong-potong karena harus berebut ruang dengan suara para mahasiswa dari dalam gedung. Ya Rabb.. saya jadi rindu rumah. Rindu kampung halaman. Rindu masa kecil. Dan rindu Ibu. Saya rindu dengan masa kecil yang dapar bermain tanpa mengenal lelah. Rindu dengan fisik yang terus aktif giat bereksperimen ke sana ke mari. Rindu dengan jiwa yang selalu gembira. Semoga Ibu sehat" di rumah. Begitu pula kakak dan adik. Aamiiin.