Menulis, adalah pekerjaan yang mengandung banyak keutamaan. Tidak heran bila para ulama senantiasa mengingatkan kepada para pelajar agar menulis menjadi kebiasaan, menjadi habitus, dan menjadi teman. Di antara keutamaan menulis itu adalah:
Pertama, menjernihkan pikiran. Orang yang terbiasa menulis, pikirannya akan menjadi jernih. Karena tidak ada lagi uneg-uneg yang berkelindan di pikirannya. Semua telah ia ekspresikan ke dalam tulisan. Jika Anda tidak percaya, Anda bisa mencoba untuk mulai menulis.
Kedua, pola pikir menjadi lebih sistematis. Orang yang terbiasa menulis, pikirannya akan lebih tertata dalam mengutarakan gagasan. Sebab, sebuah karya tulis pasti memiliki sistematika penalaran, baik itu yang ‘terlihat’ (eksplisit) maupun ‘tidak terlihat’ (implisit).
Salah satu contoh, sistematika
penalaran yang terlihat adalah sebuah teks artikel pasti didahului ‘pendahuluan’,
kemudian ‘analisis dan pembahasan’, lalu ditutup dengan ‘kesimpulan’. Dan jangan lupa 'referensi'.
Sedangkan sistematika penalaran yang tidak terlihat adalah pikiran itu sendiri. Kalau nalar kita dalam keadaan sehat, terbiasa diberi bacaan-bacaan bergizi, lalu diperlihatkan suatu problem/fenomena maka dari fenomena tersebut ia mampu mengabstraksikannya (menggambarkan) secara rinci. Sedang sebaliknya, kalau nalar kita jarang diberi bacaan, maka pendapat-pendapat yang keluar akan macet dan stagnan (itu-itu aja). Karenanya, tatkala duduk di bangku pendidikan kita pasti pernah dilatih untuk membuat semacam mind map, yang dari mind map itu kita bisa mengembangkan suatu ide agar lebih dalam, rinci, dan kuat analisisnya..
Ketiga, kreatif. Hampir tidak ada orang yang sering menulis, pikirannya menjadi tidak kreatif. Justru banyak kreator di dunia ini, menjadi lebih kreatif dan produktif karena terbiasa menulis. Contohnya adalah para kreator dalam bidang sastra. Banyak karya sastra, baik novel, cerpen, puisi, maupun esai, yang menceritakan hal-hal baru di luar nalar manusia. Bahkan menyediakan jawaban bagi persoalan yang sulit dicari jalan keluarnya oleh manusia yang bernalar klise (umum).
Keempat, mengeksplorasi potensi tersembunyi di dalam diri. Ketika hendak menulis, mula-mula orang akan berpikir apa yang harus ia tulis. Jadinya, ia pun bingung. Agar tidak bingung dan bisa menemukan potensi tersembunyi, ia bisa mencari tokoh favorit yang tulisan-tulisannya sangat menyentuh hatinya, menggerakkan nalar kritisnya, dan membuatnya kian semangat untuk membaca. Setelah ketemu, ia bisa melakukan duplikasi (peniruan) pada gaya bicaranya; gaya analisisnya; caranya menanggapi opini lawan apakah dengan amarah, santai, atau dialogis.
Jika ia seorang pelajar, seorang mahasiswa, tentu tidak akan asing dengan nama-nama intelektual-produktif seperti Gus Dur dan Cak Nur. Jika ia orang yang kritis dan senang berpikir bak filsuf, tentu ia tidak asing dengan nama Cak Nun. Jika ia senang dengan karya tulis sastra bernuansa agamis, ia tidak asing dengan nama Gus Mus. dan masih banyak lainnya
Kelima, waktu menjadi berkah. Betapa beruntungnya orang-orang yang bisa menghabiskan waktu hidupnya untuk kebaikan. Dan menulis adalah satu dari kebaikan yang nilainya sangat disanjung oleh Rasulillah SAW. Sebagaimana ditegaskan oleh Hadlrotusysyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari dalam Adabul ‘Alim wal Muta’allim, “yuwzanu yawmal qiyaamati, midaadul ulama’ bidaamisy-syuhada’”. Akan ditimbang esok di Hari Kiamat, tinta para ulama’ dengan darah para syuhada’.
Keenam, hafalan dan ingatan menjadi kuat. Sebagaimana nasehat Imam Syafi'i, 'memelihara ilmu adalah dengan mengikatnya.
العلم صيد والكتابة صيده * قيد صيودك بالحبال الواثقة
فمن الحماقة أن
تصيد غزالة * وتتركها بين الخلائق طالقة
Ilmu bak buruan dan catatan adalah pengikatnya * ikatlah buruanmu
dengan tali yang kuat
sungguh bodoh jika kau berhasil memburu rusa * namun kau biarkan ia
terlepas di tengah makhluk lain
Ketujuh, sedekah. Menulis adalah bagian dari sedekah. Apabila orang kaya bersedekah dengan hartanya, maka orang yang berilmu bersedekah dengan ilmunya.
selain apa yang saya sebutkan di atas, Panjenengan semua bisa menambahkannya dan mengeksplornya lebih jauh. Bisa pula menamhkan di kolom komentar.
Wallahua'lam.
*6 Februari 2021 22:12 (edited 21 Oktober 2021 20:06)
Komentar
Posting Komentar