Langsung ke konten utama

Metode Menulis Bainstorming

Yang menjadi ciri khas dari metode bainstorming adalah kita tidak diharuskan menulis secara ideal (sempurna). Tapi apa yang sudah terkonsepsi dalam pikiran kita, itu ditulis terlebih dahulu tanpa harus merujuk pada kitab, buku, artikel, maupun referensi lain yang sering kita gunakan untuk mendasarkan gagasan dan argumentasi agar lebih rajih (kuat) dan tsiqqah (terpercaya).

Baru ketika kita sudah berusaha mengeksplor ide-ide dalam pikiran sejauh mungkin, kemudian mentok (writer’s block), itulah saat untuk membuka-buka kembali buku, kitab, dan artikel. Cara ini -selain untuk menjawab ketidaktahuan kita- juga bisa digunakan untuk mencari ta’bir dari ide yang sudah kita tulis. Ta’bir itu bisa berupa pendapat (maqolah) para tokoh, ulama’, dan cendekia (dalil aqli). Pun juga bisa berasal dari al-Qur’an dan Hadits (dalil naqli). Sumbernya pun tidak harus tertulis (teks) tapi bisa audio, visual, maupun gabungan ketiganya.

Selebihnya, agar tulisan yang dihasilkan lebih mudah dipahami dan dimengerti, penulis dapat mengeksplor kemampuannya secara mandiri, atau juga melalui cara lain seperti: 1) bertanya kepada orang lain, dan 2) belajar dari pengalaman orang lain.

Menulis itu adalah skill. Karena ia skill, maka jika sudah lama tak terpakai akan mudah hilang. Dan jika masih sedikit, bisa dikembangkan.

Wallahua’lam

Lamongan, 14 Januari 2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Sekilas Al-Biqa'i: Ulama Tafsir Rujukan Prof. Quraish Shihab

Dalam bahasa Arab, nama beliau ditulis dengan البقاعي. Nama lengkapnya adalah Abu Al-Hasan Ibrahim bin Umar bin Hasan Al-Rubat bin 'Ali bin Abi Bakr Al-Biqa'i. Seorang ulama Syafi'iyyah yang sangat masyhur di abad ke-9. Lahir pada tahun 809-885 H. Nama Al-Biqa'i dinisbahkan pada nama sebuah daerah yang terkenal di Syam (sekarang Suriah). Jika dirunut, beliau memiliki sanad yang sambung hingga Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (661-728 H) yang menganut fikih madzhab Hanbali. Ibnu Taimiyah sendiri, pemikirannya juga banyak dipengaruhi oleh Sulthonul Ulama' 'Izzuddin bin 'Abdissalam (557-660 H). Al-Biqa'i tidak sekadar dikenal sebagai Mufassir, tapi juga muarrikh (ahli sejarah) dan adib (sastrawan, penulis, pengarang). Di antara karyanya dalam bidang sejarah yakni:  مختصر في السيرة النبوية والثلاثة الخلفاء. Sedangkan dalam bidang sastra, literasi, dan gramatika yaitu: ما لا يستغني عنه الانسان من ملح اللبيان النكت الوفية بما في شرح الألفية Namun di antara seki...

Rindu Ibu dan Masa Kecil

Dari sudut ruangan kantor administrasi FISIP Brawijaya, saya duduk di dalam sebuah ruang baca yang lebarnya sekitar 7 x 3 meter. Ketika terik matahari kian panas, sayup-sayup suara kumandang adzan mulai terdengar meski terpotong-potong karena harus berebut ruang dengan suara para mahasiswa dari dalam gedung. Ya Rabb.. saya jadi rindu rumah. Rindu kampung halaman. Rindu masa kecil. Dan rindu Ibu. Saya rindu dengan masa kecil yang dapar bermain tanpa mengenal lelah. Rindu dengan fisik yang terus aktif giat bereksperimen ke sana ke mari. Rindu dengan jiwa yang selalu gembira. Semoga Ibu sehat" di rumah. Begitu pula kakak dan adik. Aamiiin.

Memahami Makna Tadabbur dalam al-Quran

Salah satu amaliyah pokok terhadap al-Quran adalah tadabbur. Tadabbur itu arti aslinya ‘jalur belakang’, lalu bermakna ‘memikirkan sesuatu (yang) dampaknya ada di belakang’ misalnya dalam ayat “fal mudabbiraati amra”. Sedangkan di sisi lain, tadabbur al-Quran bermakna merenungkan teks-teks al-Quran untuk dipetik makna di baliknya. Dengan kata lain teks al-Quran itu ‘tetap’ dari masa ke masa, akan tetapi ‘makna konteksnya’ bersifat dinamis, berubah dari masa ke masa, dari ruang ke ruang. Al-Quran sendiri menyebut tadabbur dalam tiga kali kesempatan. *Yang pertama* “afalaa yatadabbaruunal qur’an am ‘ala quluubin aqfaaluha”, bahwasanya orang yang tidak mau melakukan tadabbur, itu diancam; dikhawatirkan termasuk kategori orang-orang yang hatinya tertutup karena dia hanya fokus untuk membaca sehingga tidak bisa meresapi maknanya. Targetnya hanya sekedar khatam, tidak memiliki target-target lain. Oleh karena itu tidak ada perubahan yang signifikan sekalipun sudah khatam berkali-kali. Lalu ya...