Ketika berniat melakukan suatu kebaikan dan itu memang sesuatu yang berat, misal mau nderes al-Qur'an, mau mutholaah kitab. Mau nambah hafalan nadzam, kitab, rumus" di perkuliahan, maka Pertama adalah jangan anggap itu sebagai sesuatu yang berat. Sebisa mungkin dibuat enjoy. Tenang. Pandanglah itu sebagai sesuatu yang hanya berat di dunia, hanya berat sementara, tapi nanti akan memudahkan kita saat sudah tua (di dunia) atau saat kita sudah meninggal (di akhirat).
.
Kedua, sadarilah bahwa ini adalah sesuatu yang Allah ridai. Sesuatu yang Allah senangi. Hati, jiwa dan badan kita akan senang kalau membuat Allah senang. Pikiran pun akan tercerahkan.
.
Ketiga, tidak ada usaha di dunia ini yang sia-sia, selama usaha yang kita kerahkan itu memang untuk Allah. Melaksanakannya demi memperbaiki pribadi yang selama ini condong pada nafsu malas yang terlanjur mengkarakter. Dan hasilnya kita serahkan pada Allah.
.
Keempat, selalu carilah cara untuk bisa berteman dengan orang-orang yang dekat pada Allah. Orang-orang yang telah bisa istiqomah dengan suatu ibadah, dan bisa merasakan lezatnya ibadah itu. Tujuannya tak lain agar cahaya dan energi yang Allah titipkan kepada orang itu, juga mengalir kepada kita.
.
Nasihat ini, penulis tujukan kepada seseorang yang paling membutuhkan nasihat, yang tak lain dan tak bukan adalah diri penulis sendiri. Kemudian penulis sebarkan kepada orang-orang dekat penulis dengan harapan penulis juga suatu saat diingatkan ketika berbuat salah. Semoga Allah SWT melimpahkan taufiqnya kepada kita sehingga kita dapat melaksanakan apa-apa yang Allah senangi. Amiiin.
.
Wallahua'lam
Alfaqir ila 'afwi rabbihi, achmad abdul aziz
Malang, 03 Oktober 2022
Komentar
Posting Komentar