Langsung ke konten utama

Empat Lapisan Dunia Yang Dialami Manusia Saat Ini

Hari ini kita hidup di era modern, di era digital. Era dimana manusia sibuk dan hidup ke dalam perangkat digital mereka masing². Dunia yang sering kita anggap sebagai solusi, sebagai sebuah kemajuan. Namun, ditengah² itu, kita menyadari bahwa dunia digital yang kita jalani saat ini, justru menjadikan kita jauh dari dunia hakiki yang telah menjadikan kita sebagai seorang manusia yang utuh. Yang pada akhirnya, kita dituntun untuk sadar bahwa di dunia ini, ada lapisan-lapisan yang berbeda. Seperti apakah lapisan-lapisan dunia tersebut? Dari kalimat pengantar inilah, penulis ingin merefleksikan lapisan dunia yang penulis sadari berdasarkan amatan dan perjalanan hidup penulis. Lapisan itu berjumlah empat dan penulis akan memulainya dari yang keempat yang terluar.

Lapisan keempat yaitu dunia maya, virtual, digital. Ini adalah lapisan dunia terluar saat ini. Di dunia ini, semua manusia hidup tanpa batasan, norma, nilai, dan aturan. Dunia ini tidak memiliki waktu, tidak memiliki jeda. Semua aktivitas terus berlangsung tanpa henti. Dan tidak ada waktu yang bisa menghentikan dunia ini. Manusia yang hidup di lapisan dunia ini dapat bebas berbuat apa saja (kecuali mereka yang diberi petunjuk oleh Allah). Dampak negatif dunia ini adalah hati manusia menjadi begitu mudah berubah dalam hitungan detik. Mereka tiba² menjadi sedih, tiba² mengembira, tiba² menjadi susah, tiba² menjadi senang. Semua perasaan itu bisa mereka alami dalam waktu kurang dari satu menit. Manusia yang banyak menghabiskan waktunya di dunia ini sangat rentan terhadap persoalan kejiwaan (psikis), kurang memiliki kepercayaan diri, kehilangan identitas, dan kurang memiliki visi dalam kehidupan. Mereka tidak punya skill yang mumpuni yang bisa membangun karakter mereka sebagai seorang manusia yang betul² berkarakter.

Lapisan ketiga yaitu dunia sosial/kehidupan nyata. Manusia yang hidup di lapisan dunia ini, obsesi/tujuan terbesarnya adalah ia bisa menyelesaikan tanggung jawab dan perannya dengan baik di alam kehidupan nyata. Mereka memahami tanggung jawabnya sebagai seorang individu yang punya tugas dan peran. Mereka tidak begitu akrab dengan dunia maya karena bagi mereka identitas itu terbentuk dari dunia nyata, bukan dari dunia maya. Sederhananya, mereka dapat dikatakan baik, bertanggung jawab, berkarakter baik, apabila bisa menjalankan peran di dunia nyata dengan baik. Sebaliknya mereka dapat dikatakan buruk apabila peran dan aktivitasnya di dunia nyata buruk. Di dunia ini terdapat batasan, norma, nilai, dan aturan. Maka dari itu, banyak manusia yang dinilai sebagai orang baik, berarti mereka adalah orang² yang mengikuti norma² dan batasan² yang ada dan berlaku di dunia ini.

Lapisan kedua, yaitu dunia pengetahuan (Ilmu). Manusia yang hidup di lapisan dunia ini, obsesi terbesarnya adalah mengetahui dan mengenali ilmu pengetahuan sebanyak mungkin. Mereka senang membicarakan ide². Senang membicarakan semua hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan. Bagi mereka dunia ilmu pengetahuan adalah dunia nyata yang tidak bisa dilihat oleh kebanyakan orang. Mereka dapat melintasi masa lalu, bertemu dan berbincang² dengan orang² yang hidup di masa itu, bahkan hidup dengan kehidupan yang mereka alami.

Lapisan pertama, yaitu lapisan dunia terdalam umat manusia. Yang kemudian kita sebut alamul mulk. Manusia yang hidup di lapisan ini adalah adalah manusia yang telah/dapat mengenal Allah Swt. Mereka dapat musyahadah (menyaksikan) keindahan Allah Swt. Mereka dapat merasakan kehadiran ruh² suci. Merasakan keberadaan para malaikat. Kesusahan dan kebahagiaan yang mereka alami di dunia tidak dapat menjadikan hatinya sedih dan senang. Yang ada dan dirasakan hatinya hanyalah satu yaitu Dia (Allah). Yang ada di hatinya hanyalah Dia (Allah). Tidak ada lagi sedih, susah, dan senang. Semua hanya tentang Dia Yang Maha Indah. Yang paling dinantikan olehnya adalah pertemuan dengan Dia Yang Maha Indah. Yang tidak sabar ditunggunya adalah memandang Wajah-Nya Yang Maha Indah. Yang paling diinginkan adalah dipanggil Dia Yang Maha Indah. Dan semua itu tidak akan dapat tercapai, jika ia tidak melewati satu²nya pintu (ma'rifat kepada Allah) yaitu bersholawat kepada baginda Nabi Muhammad Saw. Karena itu, mereka sangat merindukan baginda Nabi Muhammad Saw. Semua gerak-geriknya adalah karena baginda Nabi Muhammad Saw. Hadiah untuk baginda Nabi Muhammad Saw. Untuk menyenangkan hati baginda Nabi Muhammad Saw. Ingin hidup bersama baginda Nabi Muhammad Saw. Ingin bertemu dan bersama baginda Nabi Muhammad Saw. di akhirat (kelak).

Ini adalah empat lapisan dunia yang dialami manusia saat ini dan mereka tinggal di dalamnya. Kira² berada di lapisan keberapakah kita hidup saat ini? Apakah sama seperti alfaqir yang hidup di lapisan keempat, di lapisan terluar, sehingga banyak waktu terhabiskan sia²? Ataukah di antara teman² sekalian telah sampai pada lapisan ketiga, kedua, bahkan kesatu sehingga kehidupan yang teman² semua miliki, betul² memiliki arti dan makna²? Semoga kita semua senantiasa dalam petunjuk dan bimbingan-Nya.

Achmad Abdul Aziz Zubair
Malang, 25 November 2024

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lima Hubungan Yang Harus Diperbaiki oleh Seorang Anak Laki-Laki

S etidaknya ada lima hubungan yang harus diperbaiki oleh seorang anak laki-laki sebelum ia berpikir tentang 'menata' masa depan dan kemapanan hidupnya. Pertama, yaitu hubungannya dengan Allah Swt.. Alangkah baiknya jika seorang anak laki-laki itu harus berpikir tentang sholatnya. Tentang bagaimana sholat berjama'ah lima waktunya sebelum dia berangan-angan dengan karir, masa depan, dan kemapanan hidupnya. Karena tidak ada kesuksesan yang abadi, yang langgeng kecuali kesuksesan itu berada di dalam kekuasaan  dan keridaan Allah. Kalau Allah tidak rida dengan kita, jangan berharap kesuksesan dan keberhasilan yang kita gapai akan berlangsung lama. Kedua, yaitu hubungannya dengan Nabi Muhammad Saw.. Alangkah bagusnya jika seorang anak laki-laki itu mulai banyak-banyak merenung dan bermuhasabah terkait bagaimana hubungannya dengan Nabi Muhammad Saw. selama ini? apakah telah banyak bersholawat kepada Nabi Muhammad Saw. ataukah masih sedikit? Apakah telah sangat mengenal pada ke...

Mengenal Sekilas Al-Biqa'i: Ulama Tafsir Rujukan Prof. Quraish Shihab

Dalam bahasa Arab, nama beliau ditulis dengan البقاعي. Nama lengkapnya adalah Abu Al-Hasan Ibrahim bin Umar bin Hasan Al-Rubat bin 'Ali bin Abi Bakr Al-Biqa'i. Seorang ulama Syafi'iyyah yang sangat masyhur di abad ke-9. Lahir pada tahun 809-885 H. Nama Al-Biqa'i dinisbahkan pada nama sebuah daerah yang terkenal di Syam (sekarang Suriah). Jika dirunut, beliau memiliki sanad yang sambung hingga Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (661-728 H) yang menganut fikih madzhab Hanbali. Ibnu Taimiyah sendiri, pemikirannya juga banyak dipengaruhi oleh Sulthonul Ulama' 'Izzuddin bin 'Abdissalam (557-660 H). Al-Biqa'i tidak sekadar dikenal sebagai Mufassir, tapi juga muarrikh (ahli sejarah) dan adib (sastrawan, penulis, pengarang). Di antara karyanya dalam bidang sejarah yakni:  مختصر في السيرة النبوية والثلاثة الخلفاء. Sedangkan dalam bidang sastra, literasi, dan gramatika yaitu: ما لا يستغني عنه الانسان من ملح اللبيان النكت الوفية بما في شرح الألفية Namun di antara seki...

Rindu Ibu dan Masa Kecil

Dari sudut ruangan kantor administrasi FISIP Brawijaya, saya duduk di dalam sebuah ruang baca yang lebarnya sekitar 7 x 3 meter. Ketika terik matahari kian panas, sayup-sayup suara kumandang adzan mulai terdengar meski terpotong-potong karena harus berebut ruang dengan suara para mahasiswa dari dalam gedung. Ya Rabb.. saya jadi rindu rumah. Rindu kampung halaman. Rindu masa kecil. Dan rindu Ibu. Saya rindu dengan masa kecil yang dapar bermain tanpa mengenal lelah. Rindu dengan fisik yang terus aktif giat bereksperimen ke sana ke mari. Rindu dengan jiwa yang selalu gembira. Semoga Ibu sehat" di rumah. Begitu pula kakak dan adik. Aamiiin.