Langsung ke konten utama

Postingan

Al-Qur'an: Sahabat Yang Tidak Ingin Kita Sedih, Tapi Senantiasa Kita Membuatnya Sedih

K etika iman kita sedang turun, terkadang kita berada pada titik di mana kita mengeluh dan terlintas di pikiran kita, bahwa kita -sebab telah meluangkan banyak waktu untuk mempelajari al-Qur'an, untuk menghafal al-Qur'an, untuk mendalami ilmu-ilmu tentang al-Qur'an, untuk mengajarkan al-Qur'an- menjadikan kita telah kehilangan banyak hal. Padahal, jika kita renungi lagi sifat "buruk" kita itu, kita akan menyadari bahwa selama ini al-Qur'an telah memberikan sesuatu yang sebenarnya tidak layak sama sekali untuk kita.. apakah itu? Yaitu kebersamaan dengan al-Qur'an.. al-Qur'an merelakan dirinya untuk menjadi sahabat kita di dunia.. padahal kita bukan siapa-siapa. Al-Qur'an tidak pernah mengatakan bahwa sebenarnya yang 'butuh' pada al-Qur'an adalah diri kita. Tapi, al-Qur'an selalu berdoa kepada Allah Swt. untuk didekatkan "dirinya" dengan kita seolah-olah al-Qur'an lah yang butuh kita. Al-Quran tahu bahwa di masa de...

Lima Hubungan Yang Harus Diperbaiki oleh Seorang Anak Laki-Laki

S etidaknya ada lima hubungan yang harus diperbaiki oleh seorang anak laki-laki sebelum ia berpikir tentang 'menata' masa depan dan kemapanan hidupnya. Pertama, yaitu hubungannya dengan Allah Swt.. Alangkah baiknya jika seorang anak laki-laki itu harus berpikir tentang sholatnya. Tentang bagaimana sholat berjama'ah lima waktunya sebelum dia berangan-angan dengan karir, masa depan, dan kemapanan hidupnya. Karena tidak ada kesuksesan yang abadi, yang langgeng kecuali kesuksesan itu berada di dalam kekuasaan  dan keridaan Allah. Kalau Allah tidak rida dengan kita, jangan berharap kesuksesan dan keberhasilan yang kita gapai akan berlangsung lama. Kedua, yaitu hubungannya dengan Nabi Muhammad Saw.. Alangkah bagusnya jika seorang anak laki-laki itu mulai banyak-banyak merenung dan bermuhasabah terkait bagaimana hubungannya dengan Nabi Muhammad Saw. selama ini? apakah telah banyak bersholawat kepada Nabi Muhammad Saw. ataukah masih sedikit? Apakah telah sangat mengenal pada ke...

Empat Lapisan Dunia Yang Dialami Manusia Saat Ini

Hari ini kita hidup di era modern, di era digital. Era dimana manusia sibuk dan hidup ke dalam perangkat digital mereka masing². Dunia yang sering kita anggap sebagai solusi, sebagai sebuah kemajuan. Namun, ditengah² itu, kita menyadari bahwa dunia digital yang kita jalani saat ini, justru menjadikan kita jauh dari dunia hakiki yang telah menjadikan kita sebagai seorang manusia yang utuh. Yang pada akhirnya, kita dituntun untuk sadar bahwa di dunia ini, ada lapisan-lapisan yang berbeda. Seperti apakah lapisan-lapisan dunia tersebut? Dari kalimat pengantar inilah, penulis ingin merefleksikan lapisan dunia yang penulis sadari berdasarkan amatan dan perjalanan hidup penulis. Lapisan itu berjumlah empat dan penulis akan memulainya dari yang keempat yang terluar. Lapisan keempat yaitu dunia maya, virtual, digital. Ini adalah lapisan dunia terluar saat ini. Di dunia ini, semua manusia hidup tanpa batasan, norma, nilai, dan aturan. Dunia ini tidak memiliki waktu, tidak memiliki jeda. S...

Rindu Ibu dan Masa Kecil

Dari sudut ruangan kantor administrasi FISIP Brawijaya, saya duduk di dalam sebuah ruang baca yang lebarnya sekitar 7 x 3 meter. Ketika terik matahari kian panas, sayup-sayup suara kumandang adzan mulai terdengar meski terpotong-potong karena harus berebut ruang dengan suara para mahasiswa dari dalam gedung. Ya Rabb.. saya jadi rindu rumah. Rindu kampung halaman. Rindu masa kecil. Dan rindu Ibu. Saya rindu dengan masa kecil yang dapar bermain tanpa mengenal lelah. Rindu dengan fisik yang terus aktif giat bereksperimen ke sana ke mari. Rindu dengan jiwa yang selalu gembira. Semoga Ibu sehat" di rumah. Begitu pula kakak dan adik. Aamiiin.

Orang Hidup, Alangkah Baiknya Punya Guru

Ada dua hal yang tidak boleh hilang dari kehidupan seorang mukmin, yaitu keberadaan seorang guru dan amal kebaikan yang itu menjadi keistiqomahan. Mengapa seorang mukmin tidak boleh kehilangan seorang guru? Di dalam al-Qur'an Allah SWT berfirman, هو الذي بعث في الأميين رسولا منهم يتلو عليهم آياته ويزكيهم ويعلمهم الكتاب والحكمة وإن كانوا من قبل لفي ضلال مبين (الجمعة: 2) Tugas utama seorang Rasul adalah untuk menyampaikan ayat-ayat Allah kepada umatnya, mensucikan diri mereka, lalu mengajarkan mereka syariat-syariah Allah dan hikmah. Rasul terakhir adalah Nabi Muhammad SAW. Setelah beliau intaqala ila rafiqil a'la, maka tugas kerasulan itu digantikan oleh para Sahabat, Tabi'in, Tabi'it Tabi'in, kemudian para ulama hari ini yang sanadnya bersambung hingga Rasulillah SAW. Apabila kita sudah menjauhi mereka seorang ulama', maka bagaimana kita hendak membersihkan diri, dan memahami ayat-ayat Allah? Rasulullah SAW memiliki guru, yakni Malaikat Jibril as. Beliau (Nabi M...

Sabar

Sabar sabar bukan berarti dirimu tidak melaksanakan sesuatu (pasif) sabar itu gerak aktif. sabar dalam bahasa para ulama artinya menahan. maksudnya yaitu menahan dirimu untuk melakukan sesuatu di luar syariat, untuk tetap berjalan di jalan syariat. menahan untuk tidak marah dan memilih memaafkan. menahan untuk tidak mencaci dan memilih untuk diam. menahan untuk tidak malas dan memilih untuk beramal. sabar adalah menahan diri dari segala sesuatu yang berakibat buruk, membawa madharat. sabar dalam beramal berarti buat dirimu tetap tekun dalam beramal, tetap ulet dalam beramal dan tidak hanya karena faktor masalah tertentu dirimu kemudian tidak beramal. sabar tertinggi ialah sabar dalam qadha' dan qadarnya Allah, sabar untuk tidak i'tiradh atau bahkan berprasangka buruk kepada Allah. sabar untuk tidak berkata bohong meski dalam keadaan mepet, sabar untuk tidak seketika mengucapkan janji ketika kita langsung dikenai masalah. sabar untuk tidak mendengarkan dan mengikuti hawa nafsu...

Memanajemen Rasa Berat Melakukan Amal Kebaikan

Ketika berniat melakukan suatu kebaikan dan itu memang sesuatu yang berat, misal mau nderes al-Qur'an, mau mutholaah kitab. Mau nambah hafalan nadzam, kitab, rumus" di perkuliahan, maka Pertama adalah jangan anggap itu sebagai sesuatu yang berat. Sebisa mungkin dibuat enjoy. Tenang. Pandanglah itu sebagai sesuatu yang hanya berat di dunia, hanya berat sementara, tapi nanti akan memudahkan kita saat sudah tua (di dunia) atau saat kita sudah meninggal (di akhirat). . Kedua, sadarilah bahwa ini adalah sesuatu yang Allah ridai. Sesuatu yang Allah senangi. Hati, jiwa dan badan kita akan senang kalau membuat Allah senang. Pikiran pun akan tercerahkan. . Ketiga, tidak ada usaha di dunia ini yang sia-sia, selama usaha yang kita kerahkan itu memang untuk Allah. Melaksanakannya demi memperbaiki pribadi yang selama ini condong pada nafsu malas yang terlanjur mengkarakter. Dan hasilnya kita serahkan pada Allah. . Keempat, selalu carilah cara untuk bisa berteman dengan orang-or...