Langsung ke konten utama

Postingan

Peran Pengutipan dalam Sebuah Karya-Karya Besar

Salah satu rahasia penting di balik lahirnya karya-karya tulis monumental adalah terdapatnya ‘kutipan’ di dalam karya tulis tersebut. Tentu, ‘kutipan’ di sini bukan sekadar mengutip sembarang ucapan dan kata-kata. Melainkan mengutip ucapan dan kata-kata yang memang dapat menggugah pikiran. Kata-kata yang bisa membuka cakrawala pengetahuan kita. Kata-kata tertentu (pilihan) yang memang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan kita. Model penulisan ilmiah ini (dengan mengutip), jika kita amati betul, maka kita akan melihat bahwa banyak di antara karya-karya orang besar, itu berasal dari kutipan-kutipan (pilihan). Salah satu contoh adalah buku-buku karya KH. Marzuqi Mustamar. Di antara sekian buku dan kitab yang beliau tulis, ada satu buku yang hingga saat ini terus dikaji isinya, dibuat ‘ngaji’ di berbagai masjid, pesantren dan majlis-majlis ilmu yang tak lain adalah sebuah kitab berjudul “Al-Muqtathofat li Ahlil Bidayat”. Jika diartikan ke bahasa Indonesia, buku ini berjudul “Kutipan-Kut...

Tirakat dalam Menulis: Meneladani Ghiroh dan Keistiqomahan Berliterasi dari Gus Awis

Gus Awis, sapaan akrab dari KH. Afifuddin Dimyathi, Jombang. Beliau merupakan salah satu ulama muda Indonesia yang menjadi inspirasi bagi saya untuk (belajar) istiqomah menulis, mencatat, membaca, dan syukur² kelak bisa menulis karya ilmiah seperti beliau dalam bahasa Arab, atau paling tidak yang berhubungan dengan bahasa Arab. Salah satu buku beliau, yang cukup menggugah rasa kagum saya adalah sebuah kitab berjudul "Jam'ul Abir fi Kutubit Tafsir". Sebuah kitab yang berisi tentang ulama² Tafsir dari Nusantara dan Asia Tenggara. Kitab ini, telah dicetak oleh penerbit Darun Nibros, Mesir dan menjadi salah satu referensi para mahasiswa di sana. Tidak hanya bagi mahasiswa, Gus Awis juga berharap dengan adanya kitab ini, para ulama Timur Tengah dapat mengenal para ahli Tafsir dari Asia Tenggara seperti Syekh Abdur Rauf as Sinkili, Kiai Shalih Darat, Mbah Kiai Bisri Musthofa, Mbah Kiai Misbah Musthofa, Syekh Muhammad Said bin Umar al Malaysia, KH Ahmad Sanusi, Syekh Ahmad Shonh...

Al-Qur'an: Sahabat Yang Tidak Ingin Kita Sedih, Tapi Senantiasa Kita Membuatnya Sedih

K etika iman kita sedang turun, terkadang kita berada pada titik di mana kita mengeluh dan terlintas di pikiran kita, bahwa kita -sebab telah meluangkan banyak waktu untuk mempelajari al-Qur'an, untuk menghafal al-Qur'an, untuk mendalami ilmu-ilmu tentang al-Qur'an, untuk mengajarkan al-Qur'an- menjadikan kita telah kehilangan banyak hal. Padahal, jika kita renungi lagi sifat "buruk" kita itu, kita akan menyadari bahwa selama ini al-Qur'an telah memberikan sesuatu yang sebenarnya tidak layak sama sekali untuk kita.. apakah itu? Yaitu kebersamaan dengan al-Qur'an.. al-Qur'an merelakan dirinya untuk menjadi sahabat kita di dunia.. padahal kita bukan siapa-siapa. Al-Qur'an tidak pernah mengatakan bahwa sebenarnya yang 'butuh' pada al-Qur'an adalah diri kita. Tapi, al-Qur'an selalu berdoa kepada Allah Swt. untuk didekatkan "dirinya" dengan kita seolah-olah al-Qur'an lah yang butuh kita. Al-Quran tahu bahwa di masa de...

Lima Hubungan Yang Harus Diperbaiki oleh Seorang Anak Laki-Laki

S etidaknya ada lima hubungan yang harus diperbaiki oleh seorang anak laki-laki sebelum ia berpikir tentang 'menata' masa depan dan kemapanan hidupnya. Pertama, yaitu hubungannya dengan Allah Swt.. Alangkah baiknya jika seorang anak laki-laki itu harus berpikir tentang sholatnya. Tentang bagaimana sholat berjama'ah lima waktunya sebelum dia berangan-angan dengan karir, masa depan, dan kemapanan hidupnya. Karena tidak ada kesuksesan yang abadi, yang langgeng kecuali kesuksesan itu berada di dalam kekuasaan  dan keridaan Allah. Kalau Allah tidak rida dengan kita, jangan berharap kesuksesan dan keberhasilan yang kita gapai akan berlangsung lama. Kedua, yaitu hubungannya dengan Nabi Muhammad Saw.. Alangkah bagusnya jika seorang anak laki-laki itu mulai banyak-banyak merenung dan bermuhasabah terkait bagaimana hubungannya dengan Nabi Muhammad Saw. selama ini? apakah telah banyak bersholawat kepada Nabi Muhammad Saw. ataukah masih sedikit? Apakah telah sangat mengenal pada ke...

Empat Lapisan Dunia Yang Dialami Manusia Saat Ini

Hari ini kita hidup di era modern, di era digital. Era dimana manusia sibuk dan hidup ke dalam perangkat digital mereka masing². Dunia yang sering kita anggap sebagai solusi, sebagai sebuah kemajuan. Namun, ditengah² itu, kita menyadari bahwa dunia digital yang kita jalani saat ini, justru menjadikan kita jauh dari dunia hakiki yang telah menjadikan kita sebagai seorang manusia yang utuh. Yang pada akhirnya, kita dituntun untuk sadar bahwa di dunia ini, ada lapisan-lapisan yang berbeda. Seperti apakah lapisan-lapisan dunia tersebut? Dari kalimat pengantar inilah, penulis ingin merefleksikan lapisan dunia yang penulis sadari berdasarkan amatan dan perjalanan hidup penulis. Lapisan itu berjumlah empat dan penulis akan memulainya dari yang keempat yang terluar. Lapisan keempat yaitu dunia maya, virtual, digital. Ini adalah lapisan dunia terluar saat ini. Di dunia ini, semua manusia hidup tanpa batasan, norma, nilai, dan aturan. Dunia ini tidak memiliki waktu, tidak memiliki jeda. S...

Rindu Ibu dan Masa Kecil

Dari sudut ruangan kantor administrasi FISIP Brawijaya, saya duduk di dalam sebuah ruang baca yang lebarnya sekitar 7 x 3 meter. Ketika terik matahari kian panas, sayup-sayup suara kumandang adzan mulai terdengar meski terpotong-potong karena harus berebut ruang dengan suara para mahasiswa dari dalam gedung. Ya Rabb.. saya jadi rindu rumah. Rindu kampung halaman. Rindu masa kecil. Dan rindu Ibu. Saya rindu dengan masa kecil yang dapar bermain tanpa mengenal lelah. Rindu dengan fisik yang terus aktif giat bereksperimen ke sana ke mari. Rindu dengan jiwa yang selalu gembira. Semoga Ibu sehat" di rumah. Begitu pula kakak dan adik. Aamiiin.

Orang Hidup, Alangkah Baiknya Punya Guru

Ada dua hal yang tidak boleh hilang dari kehidupan seorang mukmin, yaitu keberadaan seorang guru dan amal kebaikan yang itu menjadi keistiqomahan. Mengapa seorang mukmin tidak boleh kehilangan seorang guru? Di dalam al-Qur'an Allah SWT berfirman, هو الذي بعث في الأميين رسولا منهم يتلو عليهم آياته ويزكيهم ويعلمهم الكتاب والحكمة وإن كانوا من قبل لفي ضلال مبين (الجمعة: 2) Tugas utama seorang Rasul adalah untuk menyampaikan ayat-ayat Allah kepada umatnya, mensucikan diri mereka, lalu mengajarkan mereka syariat-syariah Allah dan hikmah. Rasul terakhir adalah Nabi Muhammad SAW. Setelah beliau intaqala ila rafiqil a'la, maka tugas kerasulan itu digantikan oleh para Sahabat, Tabi'in, Tabi'it Tabi'in, kemudian para ulama hari ini yang sanadnya bersambung hingga Rasulillah SAW. Apabila kita sudah menjauhi mereka seorang ulama', maka bagaimana kita hendak membersihkan diri, dan memahami ayat-ayat Allah? Rasulullah SAW memiliki guru, yakni Malaikat Jibril as. Beliau (Nabi M...

Sabar

Sabar sabar bukan berarti dirimu tidak melaksanakan sesuatu (pasif) sabar itu gerak aktif. sabar dalam bahasa para ulama artinya menahan. maksudnya yaitu menahan dirimu untuk melakukan sesuatu di luar syariat, untuk tetap berjalan di jalan syariat. menahan untuk tidak marah dan memilih memaafkan. menahan untuk tidak mencaci dan memilih untuk diam. menahan untuk tidak malas dan memilih untuk beramal. sabar adalah menahan diri dari segala sesuatu yang berakibat buruk, membawa madharat. sabar dalam beramal berarti buat dirimu tetap tekun dalam beramal, tetap ulet dalam beramal dan tidak hanya karena faktor masalah tertentu dirimu kemudian tidak beramal. sabar tertinggi ialah sabar dalam qadha' dan qadarnya Allah, sabar untuk tidak i'tiradh atau bahkan berprasangka buruk kepada Allah. sabar untuk tidak berkata bohong meski dalam keadaan mepet, sabar untuk tidak seketika mengucapkan janji ketika kita langsung dikenai masalah. sabar untuk tidak mendengarkan dan mengikuti hawa nafsu...

Memanajemen Rasa Berat Melakukan Amal Kebaikan

Ketika berniat melakukan suatu kebaikan dan itu memang sesuatu yang berat, misal mau nderes al-Qur'an, mau mutholaah kitab. Mau nambah hafalan nadzam, kitab, rumus" di perkuliahan, maka Pertama adalah jangan anggap itu sebagai sesuatu yang berat. Sebisa mungkin dibuat enjoy. Tenang. Pandanglah itu sebagai sesuatu yang hanya berat di dunia, hanya berat sementara, tapi nanti akan memudahkan kita saat sudah tua (di dunia) atau saat kita sudah meninggal (di akhirat). . Kedua, sadarilah bahwa ini adalah sesuatu yang Allah ridai. Sesuatu yang Allah senangi. Hati, jiwa dan badan kita akan senang kalau membuat Allah senang. Pikiran pun akan tercerahkan. . Ketiga, tidak ada usaha di dunia ini yang sia-sia, selama usaha yang kita kerahkan itu memang untuk Allah. Melaksanakannya demi memperbaiki pribadi yang selama ini condong pada nafsu malas yang terlanjur mengkarakter. Dan hasilnya kita serahkan pada Allah. . Keempat, selalu carilah cara untuk bisa berteman dengan orang-or...

Mencari Sarapan Ruhani Pagi-pagi Hari di Asrama Putra Darun Nun

Saya tidak menyangka jika hari ini akan mengenal beberapa sosok ulama' panutan dan teladan dari Banyuwangi. Kisah ini saya dapatkan dari salah satu saudara kita di Darun Nun yang sehari sebelumnya habis pulang dari rumah sakit. Namanya Akhi Abil. Singkat cerita, Akhi Abil ini adalah santri Darun Nun yang asalnya dari Banyuwangi. Dulu, sewaktu menamatkan pendidikan SMP, Akhi Abil melanjutkan masa belajarnya di pesantren Kertosari yaitu Pesantren Al-Anwari. Pesantren ini didirikan oleh seorang ulama muda kharismatik bernama Kiai Wahid, murid kesayangan seorang Waliyullah Qutub yang masyhur dari Pasuruan yaitu Mbah Yai Abdul Hamid. Namun, sang ulama muda kharismatik yang hafal al-Qur'an di usia 12 tahun itu, telah lebih dahulu menghadap ke keharibaan Allah. Saat ini estafet kepemimpinan dilanjutkan oleh putra kedua beliau, KH. Achmad Siddiq. . Mas Abil ini, bisa dikatakan adalah murid yang begitu disayang oleh gurunya dan dieman. Dari cerita-cerita yang dituturkan, Mas Abil ini du...

Perjalanan Membaca Peradaban Islam dan Barat

Dulu, sewaktu pertama kali duduk di bangku perkuliahan, saya begitu mengagumi apa yang berbau 'Barat'. Tentu, dalam tataran akademiknya, karya-karya mereka, pemikiran, dan gagasan-gagasan mereka. Bukan pada tradisinya yang bertentangan dengan ajaran-ajaran leluhur kita. Saat itu, saya mengagumi mereka sebab dari merekalah saya dapat memahami bagaimana dunia ini bekerja secara rasional. Ada sekian perangkat-perangkat teori yang mampu menjelaskan mengapa kita harus bermasyarakat, mengapa manusia cenderung membuat kelompok, mengapa bahasa di dunia itu berbeda-beda, dan masih banyak lagi. Saya juga mengagumi filsafat, meski pada akhirnya saya tidak banyak paham ketika sampai pada bacaan dengan istilah yang cukup rumit. Barangkali bukan karena minimnya daya jangkau saya dalam menangkap filsafat, tapi memang karena saya belum menemukan semacam guru, atau role model yang kepada beliau saya bisa mengkonfirmasi pemahaman saya ini. Singkat cerita, dari perjalanan saya membaca banyak buku...

Hal Yang Sulit

 Hal yang paling sulit, menurutku, dalam hidup ini adalah menjaga amanah sang Pencipta. Berapa kali kita kerap berkhianat, berbuat dzalim pada diri yang diwujudkan ini, yang dititipkan oleh Allah kepada kita untuk dijaga. Betapa sering kita menganggap benar apa yang salah, dan enggan membenahi apa yang sudah nampak salah. Betapa sering kita menilai bahwa petaka itu ada di orang lain, padahal ia ada di diri kita sendiri. Kitalah yang menjadikan petaka itu ada, sebab dosa-dosa. Bukan karena orang lain. Ya Allah, berilah hamba petunjuk-Mu. Amiiin Al-mudznib al-Jahil ad-Dzalil Achmad Abdul Aziz Z. Malang, 1 Maret 2022

Bersandar Pada Amal

Apabila kita menyadarkan diri pada amal yang cacat maka akan lahir putus asa. Apabila kita menyadarkan diri pada amal yang sempurna maka akan lahir rasa sombong Karenanya, sandarkanlah diri pada Allah. maka yang muncul adalah khauf dan raja'. khauf menjadikan kita bersegera memperbaiki amal. raja' menjadikan kita senang dalam melaksanakan amal, tidak merasa terpaksa. mudah ikhlas dan rida. Wallahua'lam

Perlintasan Terakhir

  Kita tidak pernah tahu kapan dan di mana perlintasan terakhir akan kita temui.  Barangkali, saat ini kita telah menggapai sebagian kecil cita-cita dan keinginan kita. Namun, kita tidak pernah benar-benar tahu, apakah itu semua dapat menjadi bekal kita untuk bertemu dengan-Nya. Jangan-jangan, Tuhan tidak butuh itu semua. Tuhan hanya ingin kita kembali, kepada-Nya. Allahumaj'alna minat tawwabin, waj'alna minal mutathohhirin, waj'alna min 'ibadikash sholihin. Amiin. 

Nasihat Buya Arrazy Hasyim, "Jangan sampai kita dihapus namanya dari daftar peserta ujian".

 Ada nasehat menarik yang -suatu kali- saya dengar dari pengajian Buya Arrazy. Beliau berkata, "Bapak kalau sudah masuk di kelas nih, kemudian besoknya nama bapak dihapus dari daftar nama peserta ujian, bapak terima nggak? nah, begitulah kira-kira, kita ini jangan sampai dihapus dari daftar penerima ujian Allah." Tutur beliau suatu waktu. Saya ingin sekali menyantumkan sumber kalam beliau langsung dan menyertakan link pengajiannya. Semoga di waktu yang dekat Allah beri kesempatan itu, dan saya bisa memperbaiki tulisan ini. Apa yang penting dari kalam beliau itu? bagi saya sangat penting sekali. Saya akhirnya menyadari bahwa dilepaskan atau dihapuskan dari nama peserta ujian itu sangat tidak enak sekali. Kalau tidak mengikuti ujian kita tidak akan naik kelas. Dalam arti kita akan terhalang dari ilmu-ilmu yang hendak Allah ajarkan untuk mengenali-Nya. yang itu hanya disediakan bagi anak-anak kelas atas. Sebagaimana kita alami di sekolah-sekolah, tentu kita akan bosan dengan pel...

Mengenali Tingkatan-tingkatan Penulis

Pada kesempatan ini, saya ingin berbagi tentang siapa itu penulis jika dilihat dari tingkatan-tingkatannya. Ini adalah sebuah tulisan reflektif yang saya himpun dari beberapa pengetahuan yang saya miliki dan yang saya catat selama duduk di bangku sekolah dan perkuliahan. Jadi, siapapun boleh sepakat dengan apa yang saya tulis, pun juga boleh tidak sepakat dengan apa yang saya tulis. Berbicara tentang 'penulis', siapakah mereka kira-kira dalam benak Anda? apakah mereka adalah pekerja lepas? pekerja yang tidak berbayar? pengangguran yang sedang mencari kesibukan? lulusan perguruan tinggi tapi masih belum punya tempat kerja? atau apa? Nah, beberapa pertanyaan di atas barangkali ada benarnya. Dulu, penulis sendiri juga adalah seorang pengangguran. Jadi, untuk mengisi kekosongan dan supaya terlihat lebih prestisius dibanding teman-teman yang lain, penulis mencoba berperawakan seperti seorang yang 'kutu buku'. Tentu ini tidak baik untuk ditiru. hehe. Selebihnya, sebenarnya ke...

Ibadahnya Tanaman

  Setiap yang ditumbuhkan, akan mengikuti kemana sumber cahaya berada. Seolah ingin mengatakan bahwa segala yang maujud (diadakan) akan kembali pada (Pemilik) sumber cahaya. Dan, barangkali seperti itu cara mereka bertasbih. Bergerak (pasrah) mengikut arah cahaya. Wallahua'lam

Menjadi Insan yang Bahagia

Untuk menjadi sukses kadang seseorang harus menguasai banyak hal. Tapi, untuk bahagia, seseorang tidak harus mengetahui semua hal. Cukuplah baginya satu atau beberapa hal saja, tapi mendalam. Menjadi ahli di situ. dan Allah boleh jadi akan menjadikan apa yang dikuasainya itu sebagai pintu rezeki. Wallahua'lam